Thursday, June 28, 2018

Faktor Perubahan Lingkungan , Penyebab dan Cara Mengatasinya|LENGKAP|Indo Biology

Faktor Perubahan Lingkungan – Penyebab dan Cara Mengatasinya

                        Hasil gambar untuk lingkungan hidup
Lingkungan tempat tinggal kita akan terasa nyaman dan asri apabila dijaga dengan baik dan benar. Tingkah laku dan aktivitas masyarakat yang menyimpang tentunya akan membuat perubahan lingkungan. Terjadinya perubahan lingkungan di suatu daerah pada akhirnya akan memberikan pengaruh negatif bagi makhluk hidup yang tinggal di wilayah tersebut. Hal tersebut dikarenakan dalam suatu lingkup terdapat interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungan tempat tinggalnya, mereka akan saling mempengaruhi satu sama lain. 
Terjadinya perubahan lingkungan tentunya disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun 2 faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan di lingkungan tempat tinggal kita adalah karena faktor manusia dan faktor dari alam. 

1. Faktor Manusia

Manusia menjadi peran utama dalam keseimbangan lingkungan. Beberapa contoh campur tangan manusia yang mempengaruhi keseimbangan lingkungan diantaranya adalah penebangan hutan, pembangunan rumah dan penerapan intensifikasi pada pertanian. Masing-masing contoh tersebut akan dijabarkan lebih lanjut dibawah ini.
  • Penebangan Hutan
Hasil gambar untuk faktor manusia
Penebangan hutan yang tidak menggunakan sistem tebang pilih nantinya akan memberikan kerugian yang besar bagi lingkungan ataupun makhluk hidup yang ada dalam wilayah tersebut. Selain itu, apabila hutan yang telah ditebang tersebut tidak segera direboisasi ulang maka akan muncul masalah baru seperti akan terjadi tanah longsor dan banjir. Penebangan hutan juga akan mempengaruhi makhluk hidup yang tinggal di wilayah tersebut. Dimana organisme dalam tanah seperti cacing dan mikorba lain akan punah dan menyebabkan tanah menjadi tidak subur lagi. 
  • Pembangunan Rumah dan Jalan
Hasil gambar untuk pembangunan rumah dan jalan
Adanya pembangunan baru di beberapa wilayah yang kurang strategis tentunya akan memberikan dampak bagi lingkungan. Dimana lahan yang seharusnya dapat digunakan untuk menanam kebutuhan papan menjadi hilang. Hal ini menyebabkan lahan tersebut menjadi tidak produktif. Sedangkan pembangunan jalan yang tidak mematuhi aturan yang telah ditetapkan juga akan memberikan dampak pada lingkungan. 
Jika pembangunan jalan tidak memikirkan sistem drainase air, maka akan memberikan kerugian besar seperti dapat menyebabkan banjir dan memudahkan jalanan yang dibangun tersebut cepat rusak. Selain itu, pembangunan jalan yang tidak disertai penghijauan disekitarnya akan menyebabkan polusi udara yang parah dan membuat masyarakat menjadi tidak nyaman.

  • Penerapan Intensifikasi Pertanian
Hasil gambar untuk Penerapan Intensifikasi Pertanian
Dalam usaha pertanian, beberapa dari mereka menerapkan sistem intensifikasi untuk meningkatkan hasil produksi. Akan tetapi cara tersebut akan memberikan kerugian bagi lingkungan dan menyebabkan kerusakan. Contohnya disini adalah penggunaan pestisida yang sembarangan akan menyebabkan pencemaran udara, selain itu sistem penanaman yang hanya menanamkan satu jenis tumbuhan dalam 1 wilayah akan mengurangi keanekaragaman hayati, selain itu juga dapat mengurangi keseimbangan ekosistem disekitarnya. Apabila ekosistem tidak stabil, maka tidak heran apabila terjadi serangan hama secara besar besaran.

2. Faktor Alam

Faktor alam juga memiliki pengaruh yang besar dalam perubahan suatu lingkungan tempat tinggal. Faktor alam yang dimaksudkan disini adalah karena pengaruh dari bencana alam seperti:
A. Banjir
Hasil gambar untuk banjir
Bencana alam banjir dapat terjadi apabila sistem drainase suatu daerah tidak bekerja dengan baik, selain itu juga dapat disebabkan oleh penumpukan sampah yang ada di sungai. Banjir memang bencana yang tidak dapat diperdiksi kapan terjadinya, akan tetapi bencana ini memberikan dampak bagi lingkungan yang terkena. Beberapa dampak banjir bagi lingkungan tempat tinggal diantaranya:
  • Mudah terserang penyakit
  • Kebutuhan sandang, pangan dan papan tidak terpenuhi
  • Jika terdapat sekolah yang terkena, maka pembelajaran akan terganggu
  • Udara menjadi tidak sedap
  • Lingkungan menjadi kumuh dan sumber penyakit .

B. Gempa Bumi
Hasil gambar untuk gempa bumi
Gempa bumi juga dapat menyababkan kondisi lingkungan menjadi tidak stabil, terutama adalah bagian dalam bumi. Gempa dapat menyebabkan terjadinya pergeseran pada lempeng bumi, hal ini akan memberikan pengaruh pada sesuatu yang berada diatasnya. Contohnya disini adalah bangunan menjadi roboh, pohon pohon menjadi miring, adanya retakan pada bangunan atau jalanan.
Dampak dari gempa bumi sendiri tergantung dari skala gempa yang terjadi, dimana semakin besar skalanya maka dampak yang diberikan juga semakin buruk. Contohnya disini adalah gempa bumi yang terjadi di Aceh beberapa tahun silam yang hampir meratakan seluruh daratan di wilayah tersebut. Akibatnya lingkungan menjadi tidak terkendali dan harus melakukan pembangunan dari awal.
C. Letusan Gunung Api
Hasil gambar untuk letusan gunung api
Peristiwa meletusnya gunung berapi secara geografi dapat diprediksi, akan tetapi kondisi suatu gunung berapi yang tidak stabil terkadang membuat menjadi tidak siaga. Adanya letusan gunung berapi tentunya memberikan dampak positif dan negatif bagi lingkungan disekitarnya.
Dampak positifnya adalah wilayah yang terlewati oleh abu vulkanik menjadi subur, sedangkan material yang dikeluarkan dapat dijadikan sebagai tambang. Sedangkan dampak negatifnya adalah pemukiman warga menjadi rusak dan ekosistem di wilayah tersebut menjadi tidak stabil, hal tersebut dapat membuat makhluk hidup yang berada di wilayah tersebut menjadi punah. Contoh letusan gunung berapi yang memberikan dampak bagi perubahan lingkungan salah satunya adalah suksesi Gunung Krakatau pada 150 tahun silam yang membuat beberapa wilayah tenggelam dan menimbulkan wilayah baru.

Prinsip Etika Lingkungan

Agar lingkungan tertata dengan baik, tentunya terdapat prinsip etika lingkungan yang baik pula. Adapun prinsip etika lingkungan yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjaga keseimbangan lingkungan diantaranya:
  • Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan pilar utama ketika akan melakukan suatu tindakan. Rasa tanggung jawab harus ditanamkan terlebih dahulu pada diri Anda sebelum melakukan sesuatu dengan memperhitungkan dampak positif dan negatifnya. 
  • Respect for Nature
Artinya harus memiliki sikap yang hormat kepada alam sekitar. Hal ini dikarenakan alam tidak pernah ingkar dengan apa yang telah mereka terima dari manusia, jika manusia memperlakukan dengan baik maka akan memperlakukan mereka dengan baik pula, begitu juga sebaliknya.

Pengertian dan Ciri-Ciri Tumbuhan Paku |LENGKAP|IndoBiology

Tumbuhan paku
Siapa sih Yang Tidak Kenal Tumbuhan Paku ,Biasanya tumbuhan paku ditemukan di daerah lembab seperti sumur , empang,dan kolam ikan,tumbuhan paku sering juga untuk dijadikan tanaman hias dan obat obatan loh! 
Tumbuhan paku, pengertian dan ciri-cirinya. Tumbuhan paku adalah sekelompok tumbuhan yang memiliki sistem pembuluh sejati (Tracheophyta), meskipun tumbuhan ini tidak pernah menghasilkan biji untuk berkembang biak. Tumbuhan paku disebut juga sebagai paku-pakuan atau pakis-pakisan. Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal sebagai ‘fern’.
Karena reproduksi seksualnya tidak menggunakan biji, kelompok tumbuhan paku menggunakan spora untuk berkembang biak. Cara perkembangbiakannya ini lebih menyerupai kelompok organisme lumut dan fungi.
Tumbuhan paku dapat ditemukan tumbuh hampir di seluruh dunia, kecuali di daerah bersalju abadi dan lautan. Tumbuhan paku juga  banyak hidup di Indonesia, apalagi sebagian besar anggota paku-pakuan tumbuh di daerah tropika basah. Di seluruh dunia dikenal hingga 12.000 spesies tumbuhan paku dan sekitar seperempatnya dapat dijumpai di kawasan Malesia yang mencakup Indonesia.
Ciri khas Tumbuhan paku

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

Setelah mengenal pengertian tumbuhan paku, sekarang giliran mempelajari ciri-ciri dari tumbuhan paku, paku-pakuan, atau pakis-pakisan.
Secara umum, tumbuhan paku dikenal dengan ciri khas daun mudanya yang menggulung pada bagian ujungnya. Meskipun sebenarnya ciri ini hanya berlaku pada ciri ini sebenarnya hanya berlaku pada paku leptosporangiatae dan anggota Marattiales. Ciri-ciri morfologi tumbuhan paku antara lain:
  1. Memiliki akar, batang dan daun.
  2. Memiliki pembuluh angkut xilem dan floem.
  3. Ukuran tumbuhan bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga mencapai setinggi 6 meter.
  4. Penampilan luar tumbuhan paku beraneka ragam, mulai yang berupa pohon (biasanya tidak bercabang), semak, epifit, tumbuhan merambat, mengapung di air, hingga hidrofit.
  5. Pada paku leptosporangiatae dan anggota Marattiales, daun mudanya memiliki ciri khas menggulung pada bagian ujungnya dan bersisik.
  6. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), yaitu tahap sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit  (menghasilkan sel kelamin).
  7. Beberapa jenis tumbuhan paku (seperti anggota Selaginellales dan Salviniales) memiliki spora jantan yang berukuran lebih kecil (disebut mikrospora) dibandingkan spora betina (megaspora atau makrospora).
  8. Tidak menghasilkan bunga, melainkan spora. Spora terdapat di dalam kotak spora atau sporangium. Kotak-kotak spora tersebut terkumpul dalam sorus. Sorus-sorus ini berkumpul di permukaan bawah dari helaian daun.
Semanggi Tumbuhan Paku
Semanggi Tumbuhan Paku
Tumbuhan Paku dari genus Dioon
Tumbuhan Paku dari genus Dioon
Pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia terbatas. Kebanyakan menjadi tanaman hias, sebagian kecil dimakan, sebagai tanaman obat , atau bahan baku untuk alat bantu kegiatan sehari-hari.
Tumbuhan paku termasuk salah satu kelompok tumbuhan tertua. Tumbuhan dengan ciri khas tidak berbunga tetapi malah menghasilkan spora meskipun paku-pakuan telah memiliki akar, batang dan daun.
                                                          Terima KAsih Sudah Ingin Membacanya :D 

Pengertian Hutan Tropis beserta Ciri-Cirinya |LENGKAP|IndoBIOLOGY

                       HUTAN TROPIS
Hasil gambar untuk gambar hutan tropis
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak pantai dan laut. Pantai dan laut di Indonesia menyimpan berbagai keanekaragaman hayati dan flora dan fauna. Kita tentu mengetahui bahwa pesisir pantai tersebut banyak dimanfaatkan untuk pariwisata ataupun pertambangan. Selain itu daerah bibir pantai juga memiliki keanekaragaman flora yang membentuk hutan hujan tropis.
Ciri Ciri Hutan Tropis sendiri terletak di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, Australia bagian Utara, Afrika, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah dan sebagian Amerika Selatan. Wilayah Indonesia menjadi salah satu wilayah yang menjadi tempat hutan hujan tropis tersebut. Hutan hujan tropis ini berada di wilayah dengan curah hujan 2.000-11.000 mm pertahun, dengan rata-rata suhunya 25 derajat celcius.
Berikut adalah penjelasan mengenai keunikan hutan hujan tropis pesisir dan laut Indonesia :
  1. Hutan hujan tropis yang ada di Indonesia unik karena keanekaragaman spesies flora fauna yang terdapat di dalamnya. Jumlah spesies pohon yang ada di daerah hutan hujan tropis lebih banyak daripada spesies pohon di daerah lainnya. Seperti salah satu jenis jenis hutan di Kalimantan memiliki lebih dari 40.000 spesies tumbuhan yang merupakan hutan terbanyak spesiesnya di dunia.
  2. Hutan hujan tropis di pesisir laut Indonesia merupakan hutan hujan tropis yang berada di lapisan atmosfer dengan ketinggian rendah yaitu zona 1 yang merupakan hutan hujan bawah karena letaknya di daerah dengan ketinggian 0 – 1.000 m dari permukaan lain. Zona hutan hujan bawah berada di Sumatra, Kalimantan, Jawa, Nusa Tenggara, Irian, Sulawesi, dan Maluku. Spesies pohon yang terdapat di sana banyak yang dari family Dipterocarpaceae. Selain itu hutan hujan bawah di Jawa dan Nusa Tenggara memiliki pohon dari genus Altingia, Bischofia, Castanopsis, Ficus, dan Gossampinus, serta family Leguminosae. Sedangkan yang ada di Sulawesi, Maluku dan Papua merupakan hutan dengan spesies pohon Plaquium spp, Pometia pinnata, Intsia spp, Diospyros spp, Koordesiodendron pinnatum, dan Canarium spp.
  3. Jadi keunikan hutan hujan tropis pesisir di Indonesia terletak pada kekayaan spesies yang ada di Indonesia sehingga kita harus memiliki cara menjaga kelestarian hutan. Jenis pohon yang ada di hutan hujan tropis Indonesia tergolong lebih banyak daripada hutan hujan tropis di beberapa negara lainnya. Memang salah satu ciri dari hutan hujan tropis sendiri adalah vegetasi yang beraneka jenis. Di Indonesia sendiri pohonnya bisa mencapai 50 meter dengan daun yang berwarna hijau sepanjang tahun.
Berikut adalah beberapa Keunikan Hutan Hujan Tropis Pesisir dan Laut Indonesia yang wajib anda ketahui dengan berbagai keunikan keanekaragaman hayati di duni yang harus di lestarikan dan dijaga kelestariannya.
Sekian dari Saya Wasslamualaikum wr.wb :D 

Wednesday, June 27, 2018

Pengertian Sistem Kardiovaskuler |LENGKAP|

PENGERTIAN SISTEM KARDIOVASKULER



1. Pengertian Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler merupakan organ sirkulsi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah dan pembuluh darah yang berfungsi memberikan dan mengalirkan suplai oksigen dan nutrisi keseluruh jaringan tubuh yang di perlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sistem kardivaskuler memerlukan banyak mekanisme yang bervariasi agar fungsi regulasinya dapat merespons aktivitas tubuh, salah satunya adalah meningkatkan aktivitas suplai darah agar aktivitas jaringan dapat terpenuhi. Pada keadaan berat, aliran darah tersebut, lebih banyak di arahkan pada organ-organ vital seperti jantung dan otak yang berfungsi memlihara dan mempertahankan sistem sirkulasi itu sendiri.

Jantung Sebagai Pusat Kardiovaskuler dan Sistem kardiovaskuler

Jantung Sebagai Pusat Kardiovaskuler dan Sistem kardiovaskuler

2. Perkembangan Sistem Kardiovaskuler
Sistem kardiovaskuler mulai berfungsi pada usia 3 minggu kehamilan. Dalam sistem kardiovaskuler terdapat pembuluh darah terbesar yang di sebut Angioblast. Angioblast ini timbul dari :
a. Mesoderm : splanknikus & chorionic
b. Merengkim : yolk sac dan tali pusat
c. Dan dapat juga menimbulkan pembuluh darah dan darah

Dalam awal perkembangannya yaitu pada minggu ketiga, tabung jantung mulai berkembang di splanknikus yaitu antara bagian pericardial dan IEC dan atap katup uning telur sekunder(kardiogenik area). Tabung jantung pasangkan membujur endotel berlapis saluran. Tabung-tabung membentuk untuk menjadi jantung primordial. Jantung tubular bergabung dalam pembuluh darah di dalam embrio yang menghubungkan tangkai, karian dan yolk sac membentuk sistem kardivaskuler purba. Pada janin, proses peredaran darah melalui plasenta.

3. Anatomi dan Fisiologi Kardiovaskuler

Anatomi Jantung

Anatomi Jantung


Jantung berbentuk seperti pir/kerucut seperti piramida terbalik dengan apeks (superior-posterior:C-II) berada di bawah dan basis ( anterior-inferior ICS – V) berada di atas. Pada basis jantung terdapat aorta, batang nadi paru, pembuluh balik atas dan bawah dan pembuluh balik. Jantung sebagai pusat sistem kardiovaskuler terletak di sebelah rongga dada (cavum thoraks) sebelah kiri yang terlindung oleh costae tepatnya pada mediastinum. Untuk mengetahui denyutan jantung, kita dapat memeriksa dibawah papilla mamae 2 jari setelahnya. Berat pada orang dewasa sekitar 250 350 gram. Hubungan jantung dengan alat sekitarnya yaitu:
  1. Dinding depan berhubungan dengan sternum dan kartilago kostalis setinggi kosta III-I.
  2. Samping berhubungan dengan paru dan fasies mediastilais.
  3. Atas setinggi torakal IV dan servikal II berhubungan dengan aorta pulmonalis, brongkus dekstra dan bronkus sinistra.
  4. Belakang alat-alat mediastinum posterior, esophagus, aorta desendes, vena azigos, dan kolumna vetebrata torakalis.
  5. Bagian bawah berhubungan dengan diafragma.

Jantung difiksasi pada tempatnya agar tidak mudah berpindah tempat. Penyokong jantung utama adalah paru yang menekan jantung dari samping, diafragma menyokong dari bawah, pembuluh darah yang keluar masuk dari jantung sehingga jantung tidak mudah berpindah. Factor yang mempengaruhi kedudukan jantung adalah:
  1. Umur: Pada usia lanjut, alat-alat dalam rongga toraks termasuk jantung agak turun kebawah
  2. Bentuk rongga dada: Perubahan bentuk tora yang menetap (TBC) menahun batas jantung menurun sehingga pada asma toraks melebar dan membulat
  3. Letak diafragma: Jika terjadi penekanan diafragma keatas akan mendorong bagian bawah jantung ke atas
  4. Perubahan posisi tubuh: proyeksi jantung normal di pengaruhi oleh posisi tubuh.

Pengertian Organisasi Tingkat sel |LENGKAP|

ORGANISASI TINGKAT SEL



Definisi sel : Sel adalah unit fungsional dasar dan structural yang hidup dari tubuh (organisme ).

Sel terdiri dari bagian bagian :
  1. Membran plasma ; yaitu bagian sel yang memisahkan sel dan lingkungan sekitarnya. Tebal membran plasma 6-10 nm, terdiri dari molekul-molekul protein, phospholipid, sedikit kolesterol, air, karbohidrat, dan ion-ion lain. Phospholipid membentuk lipid bilayer dengan bagian polarnya menghadap molekul air yang berada pada cairan ekstrasel dan cairan intraseluler.
  2. Sitoplasma ; zat diantara inti sel dengan membran plasma
  3. organel ; bagian – bagian (komponren ) di dalam sel yang sangat spesiel dan dapat melakukan aktifitas sel yang khusus. Organel ada yang dikellingi membran misalnya nucleus,reticulu endoplasma,apparatus golgi, mitokondria,lysosom dan peroksisom,ada pula yang tak bermembran misalnya ribosom,mikrofilamen, mikrotubuli sentriol, . Sitoplasma yang berada di luar organel disebut sitosol
  4. Inklusion : ialah tempat – tempat penyimpanan bahan-bahan tetrtentu dari sel
                                 Penampang sel
Terkait dengan fungsi membran sel sebagai bagian sel yang menyeleksi zat –zat apa yang bisa masuk ke dalam dan yang keluar sel maka ada bebrapa proses yang penting yaitu :

1. Proses pasif
  • Difusi : Pergerakan molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah.
  • Difusi melintasi membran : Pergerakan molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dengan melalui selektif permeable.
  • Difusi berfasilitas : aliran molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah dan protein carier tidak perlu menggunakan energi untuk mentransport molekul tersebut.
  • Osmosis : Pergerakan suatu difusi molekul air dari konsentrasi air tinggi ke konsentrasi air
  • Filtrasi : pergerakan molekul-molekul air dan zat terlarut (Na+ , Cl, glukosa, dll) melalui suatu membran selektif permeable yang disebabkan oleh adanya tekanan mekanis.
  • Dialisa : difusi dari zat-zat terlarut melalui membrane selektif permeable, sehingga terjadi pemisahan molekul kecil dari molekul-molekul besar.

2. Proses Aktif
  • Transport aktif Primer : transport aktif primer menggunakan protein integral, hanya saja digunakan energi yang berasal dari ATP untuk mentransport suatu molekul dari konsentrasi tinggi ke kosentrasi rendah
  • Tranport Aktif Sekunder : Sebagai hasil pompa Na+ , Kmaka cairan Nacairan instertitial lebih tinggi dari pada sitoplasma. Dengan demikian Na+ cenderung untuk berdifusi kembali kedalam sel karena perbedaan konsentrasi.
  • Phagositosis dan pinositosis : suatu cara lain agar suatu zat bisa masuk ke dalam seltanpa harus menembus struktur membrane plasma. Phagositosis juga disebut “sel sedang makan”, Pinositosis juga disebut “sel sedang minum”.
Zat ektraseluler cairan tubuh
Zat ektraseluler cairan tubuh Ialah zat-zat yang terdapat di luar sel, antara lain:
  1. Cairan ekstra seluler, terdiri dari cairan interstial, yaitu cairan sel dan plasma darah
  2. Matriks ialah zat-zat khusus diantara sel-sel yang mengikat satu sel dengan lainnya, sehingga terbentuk jaringan. Matriks akan member kekuatan dan elastisitas pada jaringan.

Sintesa protein

  1. Transkripsi : suatu proses dimana informasi genetika yang terdapat pada ADN dicopikan kepada m-ARN (messengers ARN). Proses ini terjadi di dalam nucleus dan dikatalisasi oleh enzim ARN Polimerase
  2. Translasi : Suatu proses di mana informasi urutan triplet basa Nitrogen pada m-ARN (codon) dipakai untuk menentukan urutan asam amino pada suatu protein yang akan dibentuk.

Diferensiasi sel
  1. Mutasi : Perubahan urutan-urutan basa Nitrogen pada AND sehingga merubah informasi genetis yang tersimpan di dalamnya
  2. Kanker : merupakan suatu kelainan sel-sel yang kehilangan control sehingga tumbuh berlebihan menjadi suatu benjolan disertai kehilangan fungsi-fungsi tertentu yang sebelumnya dimiliki sel-sel tersebut.
  3. ADN Rekombinan : Potongan-potongan ADN.
  4. Homeostasis : Pengaturan-pengaturan secara fisiologis daripada cairan interstial agar tetap berada dalam keadaan konstan baik secara fisik maupun secar kimiawi.
  5. Proses Tua : suatu proses perubahan pada suatu organisme bersama dengan berlalunya waktu/berlanjutnya usia. 

Pengertian Ekosistem dan Macam Macam Ekosistem |LEngkap|

Apa Sih Ekosistem? Mari Baca Dari Awal SAmpai Akhir Supaya Kaka-Kaka Mengerti Apa Itu Ekosistem!! :D 
Hasil gambar untuk ekosistem
A.Pengertian Ekosistem
Ekosistem adalah salah satu sistem ekologi yang terbentuk, karena adanya hubungan timbal balik yang tidak dapat dipisahkan antara makhluk hidup dan lingkungan. Ekosistem juga dikatakan sebagai suatu kesatuan secara utuh yang menyeluruh antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
B.Komponen-komponen Ekosistem
Komponen-komponen pembentuk ekosistem terdiri dari dua komponen yaitu komponen abiotik dan komponen biotik adalah sebagai berikut:
1.Komponen Abiotik
Komponen Abiotik/komponen tak hidup adalah komponen yang berupa fisik dan kimia yang medium/substrak sebagai tempat berlangsungnya kehidupan/lingkungan sebagai tempat hidupnya. Komponen abiotik memiliki beragam variasi dalam ruang dan waktu. Komponen abiotik berupa bahan organik dan anorganik. Adapaun faktor yang mempengaruhi komponen abiotik dalam distribusi organisme, diantara adalah sebagai berikut:
  • Suhu
  • Air
  • Iklim
  • Sinar Matahari
  • Mineral (Garam)
2.Komponen Biotik
Komponen biotik adalah suatu komponen yang mengatur/menyusun ekosistem selain komponen abiotik. Berdasarkan peran dan fungsinya, komponen biotik dibedakan menjadi dua macam yaitu heterotrof (berperan sebagai konsumen) dan dekomposer (berperan sebagai pengurai).
a.Heterotrof (Konsumen)
komponen heterotof terdiri dari organisme yang berperan sebagai pemanfaatan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai sumber makanan. Heterotrof juga disebut sebagai konsumen makro karena mengkonsumsi makanan yang berukuran kecil.
b.Dekomposer (Pengurai)
Dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan-bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati. Organisme pengurai akan menyerap sebagain hasil dari penguraian tersebut dan akan melepasakan bahan-bahan sederhana yang akan digunakan kembali oleh produsen. Adapun beberapa macam tipe-tipe dekomposer adalah sebagai berikut:
  • Aerobik: membutuhkan okseigen sebagai penerima oksidan atau elektron.
  • Anaerobik: tidak membutuhkan oksigen dan bahan organik sebagai penerima oksigen/elektron.
  • Fermentasi: bahan organik yang sudah teroksidasi sebagai penerima elektron. Komponen tersebut akan berada disuatu tempat dan berinteraksi membentuk kesatuan ekosistem yang teratur.
C.Macam-Macam Ekosistem
Ekosistem terdiri dari dua macam yaitu ekosistem alami dan ekosistem buatan adalah sebagai berikut:
1.Ekosistem Alami
Ekosistem alami adalah salah satu ekosistem yang terbentuk secara alami, tanpa ada campur tangan manusia. Misalnya ekosistem darat dan ekosistem air.
2.Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah salah satu ekosistem yang dibentuk oleh campur tangan manusia. Misalnya ekosistem bendungan, ekosistem sawah, ekosistem pemukiman dan lain-lain.

            Terima Kasih Sudah Ingin Berkunjung Semoga Bermanfaat :D 

PENJELASAN| Pengertian Virus Serta Nama Nama Virus dan Penyakitnya |LENGKAP|

Pengertian & Peranan Virus


Dalam Kehidupan Manusia – Penemuan virus bermula dari ketertarikan seorang ilmuwan jerman bernama Adolf Meyer yang meneliti penyebab penyakit mozaik pada tanaman tembakau. Adolf Meyer menemukan fakta bahwa patogen yang menyebabkan penyakit mozaik merupakan lebih kecil dari bakteri. Pernyataan ini dinyatakan dikarenan patogen tersebut dapat lolos dari saringan bakteri. Penemuan Meyer kemudian mengundang ilmuwan lainnya untuk lebih dalam meneliti tentang patogen tersebut. Hingga pada tahun 1935 seorang ilmuwan Amerika Wendell Stanley berhasil mengkristalkan patogen tersebut yang diketahui sebagai virus.
Hasil gambar untuk gambar virusVirus berasal dari kata virion yang berarti racun. Dinamakan demikian karena partikel ini memiliki aktivitas yang dapat merusak organisme. Virus tidak dapat digolongkan sebagai organisme (makhluk hidup) karena struktur tubuhnya yang bukan sel (acellular). Namun, virus memiliki materi genetik yang mengandung asam nukleat dan mampu mengendalikan organisme lain. Dengan materi gentik yang dimilikinya inilah, virus berkemampuan untuk menginfeksi organisme hidup. Dan para ahli kemudian menyebut virus sebagai metaorganisme atau organisme peralihan yang memiliki sifat menginfeksi dan juga dapat dikristalkan (nonaktif).
Penemuan virus tentu menjadi wawasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dengan mempelajari karakteristik virus, banyak hal yang diketahui mengenai peranan yang dapat dilakukan oleh virus dalam kehidupan manusia. Virus diketahui sebagai penyebab beberapa penyakit menular, namun tak hanya itu ternyata virus pula dapat berperan dalam beberapa hal yang dapat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Berikut urainnya!

Pembuatan Vaksin

Vaksin merupakan jenis bakteri atau virus patogen yang telah dihilangkan kemampuan untuk menginfeksinya. Penemuan vaksin pertama kali ialah oleh edward jenner yakni membuat vaksin cacar. Pembuatan vaksin dengan virus yakni dengan menghilangkan materi genetiknya virus patogen tersebut. Virus tanpa materi genetik ibarat kapsul kosong yang tidak membahayakan jika masuk ke dalam tubuh. Vaksin akan dimasukkan ke dalam tubuh guna membentuk kekebalan aktif buatan. Sehingga apabila tubuh diserang oleh virus serupa, misal setelah divaksin polio tubuh akan membentuk antibodi untuk melawan virus polio. Dengan demikian jika tubuh benar – benar diserang oleh virus polio maka tubuh telah memiliki benteng pertahanan untuk virus tersebut. Pembuatan vaksin memerlukan waktu sekitar 10 – 20 tahun dengan beribu kali percobaan. Masih banyak penyakit – penyakit yang disebabkan oleh virus yang belum dapat ditemukan vaksinnya seperti penyakit hiv. Sementara itu beberapa vaksin yang telah ditemukan yaitu vaksin meningitis untuk mencegah meningitis, vaksin polio untuk polio, dan lainnya.

Agen Mutasi

Kemampuan menginfeksi organisme hidup yang dimiliki oleh virus dimanfatkan sebagai agen untuk mengubah susunan genetik suatu organisme. Teknik ini diterapkan pada bidang rekayasa genetik. Sebelumnya, materi genetik virus terlebih dahulu dibuang dan digantikan dengan materi genetik yang diinginkan. Misalnya dalam pembuatan antitoksin untuk melawan penyakit tertentu. Gen antitoksin dari manusia diambil dan dimasukkan ke dalam virus lisogenik. Kemudian virus jenis ini difungsikan untuk menginfeksi bakteri yang telah dipilih misal koloni bakteri E. coli. Kemudian virus akan menginfeksi bakteri dengan memasukkan gen antitoksin manusia yang akan bergabung dengan gen bakteri. Dengan demikian bakteri mengalami perubahan susunan gen. Adanya gen antitoksin yang diinjeksikan oleh virus, bakteri ini akan menghasilkan senyawa antitoksin, ketika bakteri bereproduksi maka akan menghasilkan bakteri – bakteri yang memiliki gen mutan yang mampu menghasilkan senyawa antitoksin. Contoh lainnya ialah dalam pembuatan hormon insulin. Selain contoh diatas, virus juga dapat digunakan sebagai agen untuk memutasikan bakteri patogen sehingga mengalami kemampuan untuk menginfeksi.


Patogen Penyakit

Yang diterangkan pada poin pertama dan kedua merupakan peranan positif virus dalam kehidupan manusia. Virus pertama kali dikenal sebagai partikel yang menyebabkan kerusakan, penyakit pada tubuh organisme. Berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus yaitu:
1.AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrom) – HIV Virus
Hasil gambar untuk gambar virus hiv
Merupakan penyakit penurunan daya tahan tubuh yang disebabkan oleh serangan virus HIV (Human immunodeficiency syndrom). Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh (sel darah putih) sehingga dengan terserang virus ini sistem pertahanan tubuh akan lumpuh total yang menyebabkan munculkan penyakit kronik lainnya akibat tubuh tidak mampu lagi melumpuhkn patogen. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin untuk penyakit ini. Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak darah dengan penderita seperti melakukan hubungan seks dengan penderita HIV, transfusi darah, menggunakan jarum suntik yang sama dengan penderita, hubungan prenatal (janin – ibu).
2. Cacar – Virus Cacar
Hasil gambar untuk gambar virus cacar
Disebabkan oleh virus cacar yang ditularkan oleh cairan tubuh penderita. Penyakit ini menyebabkan penderita akan mengalami demam, muncul bintik – bintik bening berair. Tubuh akan langsung membentuk kekebalan aktif alami setelah terserang virus ini.
3. Ebola – Virus Ebola
Hasil gambar untuk gambar virus ebola
Ebola merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf dan sistem pertahanan. Penyakit ini disebabkan oleh virus ebola yang ditularkan dari cairan tubuh penderita.
4. Gondong – Mumps Virus
Hasil gambar untuk gambar virus mumps
Gondong merupakan penyakit yang menyerang kelenjar ludah di dekat telinga. Penyakit ini disebabkan oleh virus mumps yang menyerang kelenjar ludah sehingga menjadi bengkak.
5. Hepatitis – Virus Hepatitis
Hasil gambar untuk gambar virus hepatitis
Hepatitis merupakan penyakit yang menyerang organ hati disebabkan oleh virus hepatitis. Gejala dari penyakit ini akan menyebabkan hati membengkak, bocornya kantung empedu sehingga membuat cairan empedu perembes pada pembuluh darah yang menyebabkan warna pembuluh darah menjadi kuning.
7. Herpes – Virus Herpes Simplex
Hasil gambar untuk gambar virus herpes simplex
Herpes merupakan penyakit yang menyerang membran mukusa atau kulit pada mulut, alat kelamin atau kulit lainnya. Penderita akan memunculkan bintik – bintik kemerahan. Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes yang dapat ditularkan melalui seks atau kontak dengan penderita.
8. Influenza – Virus Influenza
Hasil gambar untuk gambar virus influenza
Flu disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini menular melalui media udara dengan sangat cepat. Belum ditemukan vaksin influenza, meski virus ini menyerang tubuh berkali – kali namun tubuh tidak mampu membuat antibodi yang dapat menolak serangan kembali dari virus yang sama. Pasalnya virus influenza mudah sekali bermutasi menjadi jenis baru.
9. Kanker – Human Papiloma Virus
Hasil gambar untuk gambar virus human papilloma virus
Virus yang menyebabkan kanker ialah jenis papiloma. Contoh kanker kulit yang disebabkan oleh human papiloma virus yang bermula dari kutil kemudian terjadi pertumbuhan yang tidak terkendali sehingga terbentuk jaringan abnormal.
10. Polio – Polio Virus
Gambar terkait
Polio merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan pada tulang anggota gerak. Penyakit ini dapat dicegah dengan memberikan vaksin polio pada saat perkembangan bayi.


       Terima Kasih Atas Kunjungannya Semoga Bermanfaat :D